Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Membaca Buku Sains

Fatih suka membaca buku,  terutama buku tentang sains. Tentang alam semesta,  bintang,  planet dan sebagainya. Kalau sudah asyik begitu,  bisa lupa waktu. Dulu saat belum bisa membaca,  aku yang menbacakannya. Sekarang,  dia bisa membacanya sendiri,  bahkan membacakannya untuk Thoriq. Kadang menggunakan bahasa sendiri hanya berpedoman pada gambar....

Ingin Mandiri

Sebenarnya anak-anak punya naluri untuk mandiri. Ingin melakukan apa-apa yang menjadi kebutuhan hidupnya sendiri,  tanpa bantuan orang lain. Thoriq misalnya,  dia sedang senang membuat roti isi sendiri  Sekadar roti dioles margarin dan meises. Namun katanya,  buatan dia itu rasanya sedap. Yeah,  alhamdulillah aku jadi tak terlalu repot kalau dia punya semangat mengerjakan hal itu sendiri.

Main Tanah

Kali ini tentang Kholid,  putra ketigaku. Dia ini paling suka main tanah. Kalau sudah main tanah,  mana dengar suara-suara lain. Panggilanku tak digubrisnya. Asyik saja,  tak peduli pagi,  siang,  sore atau petang sekalipun. Aduh,  bagai masuk dunia sendiri deh... Tanah diubek-ubek,  diacak-acak,  dibentuk gunungan dan sebagainya pokoknya anteng aja deh kalau main tanah. Gak peduli kotor. Mana dia tahu kalau aku yang mencuci semua bajunya. Hahaha....

Berbinarnya Kamu, Aku yang Menghela Napas

Betapa tidak,  momen berbinar matamu adalah sama dengan momen aku harus banyak menghela napas dan mengendalikan amarah. Yah,  seperti sore ini. Aku biarkan kamu mandi,  kutinggal beberapa jenak. Begitu aku kembali,  bukan hanya lantai kamar mandi yang basah,  lantai ruang tengah tak hanya basah,  melainkan banjir. Tisu pun habis separuh,  entah kau apakan. Akhirnya,  terpaksa,  ngepel lebih awal dari jadwal. Aku bahagia ketika aku bisa tidak marah atas hal ini. Sebaliknya aku kesal kalau terpancing emosi. Semoga,  semoga aku bisa sabar menghadapimu....

Minecraft

Jujur saja,  hal lain yang dia sukai adalah game Minecraft. Membuat bangunan secara virtual,  mengalahkan zombie-zombie,  game petualangan dan survival ini membuat dia sangat menggemarinya. Kadang aku heran,  kok dia sudah bisa membuat bentuk bangunan baru,  mencoba trik baru yang abahnya saja belum bisa. Memang,  dalam hal game,  abahnya adalah figur terbaiknya. Dan aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Oke. Boys never be  man.

Anak Alam

Hal lain yang membuat Fatih tampak sangat bahagia adalah bermain dengan alam. Contohnya seperti kemarin,  main pasir,  main air,  lari-lari di kebon bertelanjang kaki,  dan yang paling bikin geli adalah pagi ini entah dapat dari mana,  dia pegang cicak. Cicak,  cacing,  belalang,  ah... Itu semua membuat dia nyaman rasanya. Pernah malah dia menggoreng belalang gara-gara pernah diajarkan di pelajaran Fiqh bahwa belalang itu halal jadi boleh dimakan.. Haduuuh Naaakk.... Kok yaaaa... Ah biarin aja,  yang penting mandi kalau udah kotor.

Bintang di Hati Mumu

Anak-anak adalah bintang. Semua punya keunikan dan kekhasan tersendiri. Fatih, misalnya. Pagi-pagi sudah keluar rumah,  karena libur jadi seneng banget. Sejam lebih dia baru pulang bawa kardus yang sudah dibentuk menjadi pedang dan tameng. Bikin sendiri lalu perang-perangan dengan Thoriq. Yang saya lihat,  dia berbinar-binar karenanya. Hepi sekali.