Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Aliran Rasa; Dongeng Hadiah Terindah

Mendongeng adalah investasi masa depan bagi anak. Selamanya anak akan mengingatnya. Meski bukan ceritanya, tapi momennya. Momen berharga bersama orangtua. Sebab ada cinta dan kedekatan yang hangat lewat penuturan sederhana yang disampaikan dalam dongeng tersebut.... Menjadi kenangan berharga sepanjang hidup, bukankah itu hadiah terindah bagi anak dan orangtuanya? Mari biasakan mendongeng sebelum tidur pada anak.

Dongeng Masa Kecil

Saya merindukan masa kecil saya, ketika mendengar dongeng dari para orangtua  Negeri kita memang punya budaya bercerita. Tanpa disadari hal itu menjadi sarana mendidik yang baik. Dongeng tentang dua kakak beradik yang main di hutan lalu sang adik dimakan macan, adalah salah satu dongeng masa kecil itu. Bagaimana kakak dan adik harus saling menyayangi. Jadi harus saling menjaga agar mereka tidak berada dalam bahaya Masa kecil dan dongeng tak bisa dipisahkan....

Raja Babi Hutan Cari Makan

Malam ini, Kholid menguasai panggung. Tentu saja panggung tempat tidur. Saat matanya mulai riyip-riyip, tentu saja dia mengatur judul dongeng nya. Apalagi kalau bukan "Raja Babi Hutan" Spontan saya ngarang... Ada raja babi hutan yang jalan sendirian mencari makan. Dia suka makan buah-buahan. Seperti jeruk, apel, kesemek dll. Dia menunggu di bawah pohon, berharap ada buah yang jatuh  Tapi tidak ada yang jatuh juga. Sampai dia lelah menunggu. Kemudian kancil lewat dan bertanya mengapa raja babi hutan diam saja. Mengapa tak menyeruduk saja pohon itu? Supaya buahnya berjatuhan. Babi itu melakukan saran itu. Sekali seruduk... Pohon diam saja  Dua kali .. tiga kali... Pohon itu hanya bergoyang. Tidak menjatuhkan buahnya. Lalu ada badak lewat. Kancil minta tolong. Ya, kepala badak itu kuat, untuk bisa menyeruduk pohon tersebut. Sekali seruduk buahnya berjatuhan .... Babi senang sekali. Dia lalu memakan buah itu sama-sama dengan kancil dan badak. Babi mengucapkan t...

Raja Babi Hutan

Kemarin kakak-kakaknya minta didongengin tentang kerajaan Bala-bala. Nemu namanya asal saja. Di tengah-tengah dongeng, Kholid (2,5) mengambil alih peran. "Rajanya, namanya babi hutan." Entah, sejak kami pulang sore dan melihat babi hutan di jalan (rumah kami dekat hutan) jadinya Kholid senang menamai tokohnya babi hutan  Tak peduli bagaimanapun kisahnya. Thoriq (5,5) paling sebal kalau aku dongeng tentang babi hutan. 😂

Kisah Khalifah Umar bin Khattab

Salah satu manfaat suka membaca adalah menambah wawasan. Meski belum bisa membaca, maka ceritakan lah isi buku tersebut kepada anak. Terutama menjelang tidur. Anak-anak pasti minta dongeng dulu, tak peduli tentang apa. Yang penting adalah bondingnya itu. Kedekatan itu. Meski ceritanya sudah hafal luar kepala, tentang ibu miskin memasak batu lalu Khalifah Umar memberinya makanan. Namun pesan-pesan kebaikan dalam kisah itu tak pernah sekalipun membosankan. Mereka jadi mengenal betapa hebatnya sosok Umar. Mereka juga jadi tahu bahwa ada lho orang miskin yang sampai malam tidak bisa makan karena tidak punya makanan.... Momen yang sangat berharga....

Manfaat Dongeng

Dongeng adalah sebuah cara untuk mendidik a.nak dengan menyenangkan. Melalui dongeng kita bisa menyampaikan pesan tanpa terkesan menceramahinya. Dongeng disukai oleh semua orang sebab mendengarkan cerita tentang sesuatu memang sangat mengasyikkan. Ada beberapa manfaat dongeng diantaranya: 1. Mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak 2. Akan tumbuh kepercayaan anak terhadap orang tua lantaran mereka menyukai dongeng kita. 3. Menasehati secara terselubung, jadi tidak membuat jarak antara kita dan anak.

Dongeng Terserah Umu

Fatih menemukan buku ini lalu katanya "ini buku baru ya" "Iya itu buku baru" "dari mana mu." "Dari teman umu. Itu yang nulis temen Umu loh." "siapa itu". "Ada namanya" "Oh ini" Lalu dibuka di halaman terakhir ada fotonya "Ini ya teman Umu." "ya Hebat ya bisa bikin buku. Ada mau nggak kalau umu juga nulis buku kayak gini?". "Mau." "Ya doain ya." Buku ini adalah hadiah dari teman saat mengikuti acara Teacher Supercamp. Beliau adalah penulis buku cerita anak sekaligus pendongeng. Beliau adalah sosok yang sangat inspiratif. Kepala sekolah dan juga aktif di kegiatan yang berhubungan dengan dunia anak. menulis buku ini tentu adalah suatu prestasi Karena tanpa mendongeng langsung sebenarnya beliau menyampaikan dongeng kepada semua anak melalui buku. Aku jadi terinspirasi ingin juga menulis cerita anak supaya dongeng-dongeng yang kubuat itu bisa dibaca oleh banyak ora...

Dongeng Pengantar Tidur

Sudah menjadi kebiasaan bahwa sebelum tidur,anak-anak minta didongengin. Entah sambil baca buku, atau dongeng ngarang spontan. Biasanya sebelum cerita usai pun, mereka sudah terlelap ke alam mimpi. Namun sering juga aku yang ngantuk berat, jadi dongengnya "ngelantur". Beloknya bisa ekstrem banget. Misalnya, ini lagi cerita tentang babi hutan, tapi bisa nyambung menjadi orasi anti korupsi, jangan makan uang rakyat. Lalu anak-anak akan bingung, kok ceritanya jadi lain? Maka aku sadar, lanjut ke cerita asli, tapi belok lagi jadi ceramah gak jelas. Karena kalau aku ngantuk berat, bisa kayak orang mabok. Bicaranya ngawur ke mana-mana. Dan yang paling epik ketika momen bercerita adalah, aku duluan yang tertidur. Anak-anak pun bingung ini kenapa dongengnya terputus di tengah jalan?

Tak Pernah Bosan

Mendongeng adalah momen yang paling disukai anak-anak. Mendengarkan cerita sambil berimajinasi, sekaligus interupsi di tengah-tengah cerita. Kholid tak pernah bosan dengan satu cerita favoritnya. Sebelumnya gak bisa move on dari cerita semut, sekarang babi hutan. Selalu request dongeng babi hutan. Jadilah aku harus ngarang-ngarang cerita baru yang tokohnya babi hutan agar tidak membosankan karena ceritanya itu-itu saja. Kholid biasanya akan mengulang apa yang pernah ku ceritakan, dengan bahasanya sendiri, yang kadang kakak-kakaknya malas mendengar nya. Tapi aku memotivasi Kholid agar terus lanjut cerita, dan meminta kakak-kakaknya memahami dan toleransi terhadap adiknya yang sedang kreatif ini. Tapi tetap saja, mereka berdua bukannya mendukung, malah membulat begini "Gak mau denger cerita bayi! Bahasa bayi! Gak seru". Untung saja Kholid percaya diri, dia terus saja bercerita dengan kisah yang itu lagi itu lagi.

Babi Hutan yang Malang

Ada seekor babi hutan yang tersesat, ia tidak bisa pulang ke rumahnya. Sungguh kasihan. Dia berjalan mengitari hutan, tapi tidak juga menemukan tempat yang dituju. Lalu ada tiga orang pemburu yang membawa senapan kemudian para pemburu itu mengarahkan senapan nya kepada babi hutan yang dilihatnya sedang berjalan sendirian lalu senapan itu mengeluarkan peluru yang mengenai kaki babi hutan lantas babi hutan itu berjalan ter pincang pincang. kasihan sekali sampai-sampai kakinya mengeluarkan darah yang banyak sekali dia hanya bisa berteriak hok hok hok hok jangankan untuk pulang ke rumah di jalan saja dia tak berdaya tiga pemburu itu bersorak senang Akhirnya kita mendapatkan babi hutan itu mereka segera mengambil lebih hutan yang sudah lemah tak berdaya kakinya berdarah-darah diangkut dengan kayu diikat kuat pada kayu itu lalu digotong beramai-ramai. Kasihan sekali babi hutan itu dibawa pergi dari hutan para pemburu merasa puas hari itu meskipun mereka tidak tahu bahwa mereka telah ...

Anak-anak Hujan

Pada suatu hari, langit begitu mendung ..kelabu.... Terdengar suara gemuruh dan kilat menyambar-nyambar. Bapak Hujan berkata kepada anak-anaknya "Ayo Nak, kita harus turun ke bumi. Paman Geledek sudah memberi tanda untuk kita cepat-cepat turun. Ayo Nak." "Tidak mau ah Pak😔 nanti sakit kalau jatuh..." Kata si anak. "Tidak sakit kok, kan semuanya sudah terukur. Kita turun sebagai hujan itu sangat berguna lho..." Paman Geledek sudah bersuara nyaring lagi. Bapak Hujan cepat-cepat meminta anak-anaknya turun. "Bapak, aku nggak mau turun. Nanti aku nggak bisa ketemu Bapak lagi...." "InsyaAllah kita akan ketemu lagi... Sekarang kita menjadi hujan yang memberi bumi penghidupan... Untuk pohon, tanaman, binatang, dan manusia.... Nanti, kita akan mengalir menjadi sungai dan menuju laut. Setelah itu menguap.... Menjadi awan dan kita akan berkumpul lagi.... Menjadi hujan lagi .. ke laut lagi, menguap lagi... Begitu seterusnya ..." ...