Malam ini, Kholid menguasai panggung. Tentu saja panggung tempat tidur. Saat matanya mulai riyip-riyip, tentu saja dia mengatur judul dongeng nya. Apalagi kalau bukan
"Raja Babi Hutan"
Spontan saya ngarang...
Ada raja babi hutan yang jalan sendirian mencari makan. Dia suka makan buah-buahan. Seperti jeruk, apel, kesemek dll.
Dia menunggu di bawah pohon, berharap ada buah yang jatuh
Tapi tidak ada yang jatuh juga. Sampai dia lelah menunggu.
Kemudian kancil lewat dan bertanya mengapa raja babi hutan diam saja. Mengapa tak menyeruduk saja pohon itu? Supaya buahnya berjatuhan.
Babi itu melakukan saran itu. Sekali seruduk... Pohon diam saja
Dua kali
.. tiga kali... Pohon itu hanya bergoyang. Tidak menjatuhkan buahnya.
Lalu ada badak lewat. Kancil minta tolong. Ya, kepala badak itu kuat, untuk bisa menyeruduk pohon tersebut. Sekali seruduk buahnya berjatuhan ....
Babi senang sekali. Dia lalu memakan buah itu sama-sama dengan kancil dan badak.
Babi mengucapkan terima kasih kepada badak
.....
"Raja Babi Hutan"
Spontan saya ngarang...
Ada raja babi hutan yang jalan sendirian mencari makan. Dia suka makan buah-buahan. Seperti jeruk, apel, kesemek dll.
Dia menunggu di bawah pohon, berharap ada buah yang jatuh
Tapi tidak ada yang jatuh juga. Sampai dia lelah menunggu.
Kemudian kancil lewat dan bertanya mengapa raja babi hutan diam saja. Mengapa tak menyeruduk saja pohon itu? Supaya buahnya berjatuhan.
Babi itu melakukan saran itu. Sekali seruduk... Pohon diam saja
Dua kali
.. tiga kali... Pohon itu hanya bergoyang. Tidak menjatuhkan buahnya.
Lalu ada badak lewat. Kancil minta tolong. Ya, kepala badak itu kuat, untuk bisa menyeruduk pohon tersebut. Sekali seruduk buahnya berjatuhan ....
Babi senang sekali. Dia lalu memakan buah itu sama-sama dengan kancil dan badak.
Babi mengucapkan terima kasih kepada badak
.....
Komentar
Posting Komentar