Membedakan kebutuhan dan keinginan di zaman sekarang itu susah. Kadang saya ingin sesuatu ternyata saya tak butuh itu. Anak-anak, belum begitu pandai membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Ya, ingin jajan. Ingin beli baju, ingin ini itu dan seringnya minta dituruti saat itu juga. Ya sepanjang keinginan itu tak muluk, bisa dipenuhi segera. Tapi kalau agak berat, Nak, minta sama Allah ya terus menabung, kalau uang sudah cukup, kita beli. Tapi, anehnya, saya bahkan belum seketat itu memenej finansial saya sendiri. Menyedihkan, bukan?
Memang benar ya, belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air. Kerasa banget bedanya. Contohnya saja belajar menghafal Quran, banyak banget yang kelewat atau lupa. Fa dan Wa sering ketuker. Haduuuh... Kalau anak-anak cepat sekali belajarnya. Meskipun begitu, saya tak mau menyerah. Menghafal sehari satu ayat dengan metode Kauny. Menghafal Quran semudah tersenyum. Pakai gerakan tangan. Fatih diajari, agak malas dia pakai gerakan tangan. Tapi dia dengerin dan bisa. Belakangan saya ragu, dia ini auditori atau kinestetik? Kholid, 2 tahun. Paling semangat kalau pakai gerakan tangan. Baginya seperti permainan. Jadi minta diulang terus sampai bosan. Lalu aktif dengan permainan lain. Thoriq lebih banyak "gak mau laaaah" kalau diajak ngafalin bareng. Hehe. . Lika liku bermain dan belajar bersama anak.
Komentar
Posting Komentar