Membersamai tumbuh kembang anak itu menyenangkan ya. Kadang ada saja tingkah polahnya yang mengagetkan, membuat heran dan tertawa terpingkal-pingkal. MasyaAllah mungkin inilah mengapa anak disebut qurrota a'yun....
Kholid (2,5 th) sedang seru-serunya berlagak pandai membaca. Melihat obat batuk saya, dia seakan membaca labelnya, dengan mengarang apa yang dibacanya
"Obat batuk buat umu..." Dia percaya diri saat membacanya.
Nah sore tadi, dia tunjuk buku kosong. Mulai membuka lembar ke sekian dan mengangkat buku itu seperti orang dewasa membaca koran.
Padahal jelas itu halaman kosong, lagipula dia masih 2,5 tahun, belum bisa membaca.
Tapi, orang kreatif itu tandanya adalah bisa melihat apa yang orang lain gak bisa lihat. Am i right? Jadi apa yang dia ucapkan yang tampak seolah-olah dia sedang membaca?
"Dedek baca buku ini."
Aku tertegun. Dek.... Coba baca lagi, pinta saya.
"Umu baca buku ini."
Aku tertawa
Hey, itu sudah memenuhi kaidah SPO. 2,5 tahun lho usiamu dan belum diajari susunan kalimat subjek predikat objek, tapi itu kok betul?
Malam hari ketika diminta membaca (buku kosong favoritnya) dia mengucapkan
"Ini namanya Abah."
Ok. Trus?
"Ini namanya Umu."
Ok. Trus Dek?
"Ini namanya.....apalagi?"
Dan kami tertawa bersama
Komentar
Posting Komentar