Serbuk teh ini tadinya sudah saya sapu, tapi sempet difoto deh sebelum bener-bener hilang.
Jadi, Kholid (2,5 th) berseru imut
"Iiiih..banyak cemuuuuttt"
"Iya biarin aja." Sahut saya cuek. Lagian semut kalau diusir nanti malah menggigit kita kan gawat..
Kholid diam-diam mengambil sebuah teh celup. Dirobek-robek filternya, isinya dituang-tuang di lantai menjadi beberapa bagian.
"Dek itu kenapa digitu-gituin?"
"Buat cemut."
"Emang kenapa?"
"Buat nutupin cemut. Abis cemutnya banyak."
"Loh nanti kalo semutnya mati gimana?"
"Ndak kok... Cuma catuuuu doang yg mati"
Aku gak habis pikir, anak itu punya solusi untuk masalah seperti banyaknya semut tadi. Padahal yg menurutku paling masuk akal untuk mengatasi banyaknya semut adalah menyapunya. Hanya itu. Tapi dia juga punya solusi yang bolehlah saya bilang kreatif.
Terima kasih Kholid

Komentar
Posting Komentar