Sebagai sulung, Aa sayang kepada dua orang adiknya. Kadang sih sedikit usil, yang membuat Kakak dan Dedek menangis. Beginilah serunya punya anak tiga, kalau mereka main akur ya syukur. Kalau pas lagi ribut saya tambah mumet.
Seperti siang ini, Aa dan Kakak pergi salat Zuhur bersama. Selang berapa jam belum pulang juga. Kayaknya di rumah Rehan deh, karena biasanya sepulang salat suka main kesana. Namun sampai Asar tak juga mereka pulang. Jadi bingung.
Dicari di rumah Rehan ternyata tidak ada. Di rumah temannya yang lain juga tak ada. Kemana ini? Tak disangka ternyata mainnya ke rumah teman TPA Kakak. Berani amat padahal rumahnya cukup jauh.
Aa itu pelopor, Kakak pengikut. Aa itu mencontohkan, Kakak meniru. Jika Aa kalem, pasti Kakak yang dasarnya anteng itu gak mau gerak sama sekali. Kadang saya merasa, Aa ini lebih cepat dewasa. Mandiri main sendiri, kadang mengajak adiknya main. Itu sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas domestik maupun mengurusi Dedek.
Hanya, memandirikan Kakak inilah yang tak mudah. Bener-bener mager. Males gerak. Makan minum minta diambilkan, jajan pasti Aa yang belikan. Kalau main pun dia pemalu, makanya harus menunggu Aa “membuka jalan” dulu. Kalau di rumah pun mintanya saya temani terus.
Saya ingin membuat dia mandiri untuk mau mengambil minum sendiri tanpa teriak dari kamar minta diambilkan. Saya bilang, ambil sendiri di dapur. Duh, dia malah lebih memilih nggak minum daripada ngambil sendiri. Huft. Semoga ke depannya ada perubahan.
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Seperti siang ini, Aa dan Kakak pergi salat Zuhur bersama. Selang berapa jam belum pulang juga. Kayaknya di rumah Rehan deh, karena biasanya sepulang salat suka main kesana. Namun sampai Asar tak juga mereka pulang. Jadi bingung.
Dicari di rumah Rehan ternyata tidak ada. Di rumah temannya yang lain juga tak ada. Kemana ini? Tak disangka ternyata mainnya ke rumah teman TPA Kakak. Berani amat padahal rumahnya cukup jauh.
Aa itu pelopor, Kakak pengikut. Aa itu mencontohkan, Kakak meniru. Jika Aa kalem, pasti Kakak yang dasarnya anteng itu gak mau gerak sama sekali. Kadang saya merasa, Aa ini lebih cepat dewasa. Mandiri main sendiri, kadang mengajak adiknya main. Itu sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas domestik maupun mengurusi Dedek.
Hanya, memandirikan Kakak inilah yang tak mudah. Bener-bener mager. Males gerak. Makan minum minta diambilkan, jajan pasti Aa yang belikan. Kalau main pun dia pemalu, makanya harus menunggu Aa “membuka jalan” dulu. Kalau di rumah pun mintanya saya temani terus.
Saya ingin membuat dia mandiri untuk mau mengambil minum sendiri tanpa teriak dari kamar minta diambilkan. Saya bilang, ambil sendiri di dapur. Duh, dia malah lebih memilih nggak minum daripada ngambil sendiri. Huft. Semoga ke depannya ada perubahan.
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Komentar
Posting Komentar