Sudah dua hari saya meninggalkan rumah untuk belajar di luar kota mengikuti workshop. Rasanya kangen pada anak-anak. Saat sudah luang dan menelepon rumah adalah saat yang menyenangkan. Bisa mendengar cerita tentang anak-anak itu sudah lega.
Malam ini, diceritakanlah bagaimana mandirinya anak-anak tanpa kehadiran saya. Padahal kalau ada saya, sudah pasti pada manja. Malah saya jadi berpikir jangan-jangan sebaiknya mereka sering ditinggal agar bisa mandiri? Hehe...
Mulai dari Aa, dia yang rajin ke masjid untuk salat berjamaah lima waktu lanjut mengaji. Sekolah tidak diantar dan tidak dijemput (macem Jalangkung aja nih). Aduhhh rasanya bangga deh sama Aa karena mau melakukannya sendiri.
Kakak juga mandiri, mau sekolah meskipun saya tidak menemaninya. Memang sih, seharian ini dia nelpon terus meski dia nggak ngomong. Kangen banget kayaknya. Kakak juga bikin bangga ih, karena rajin sekolah TPAnya...
Dan Dedek, yang belum lepas ASI. Memang yang paling memberatkan. Namun mau bagaimana lagi... hiks... Tapi mendengar ceritanya, dia mau minum susu sendiri, main dan makan juga lancar.. alhamdulillah. Setidaknya saya nggak perlu terlalu khawatir. Justru kalau saya tidak tenang, malah ikatan batin dengan Dedek akan membuatnya jadi rewel.
Dan suami, juga otomatis jadi mandiri. Menjaga anak-anak, bergadang semalaman mungkin karena Dedek sewaktu-waktu menangis. Duh ya, ternyata kalau saya tidak ada, mereka pada pinter yah. Kenapa kalau ada saya, pada manja-manja semuanya?
Semangat terus memandirikan anak-anak, diri sendiri dan suami. Karena keluarga adalah tim yang solid. Semangat!
Malam ini, diceritakanlah bagaimana mandirinya anak-anak tanpa kehadiran saya. Padahal kalau ada saya, sudah pasti pada manja. Malah saya jadi berpikir jangan-jangan sebaiknya mereka sering ditinggal agar bisa mandiri? Hehe...
Mulai dari Aa, dia yang rajin ke masjid untuk salat berjamaah lima waktu lanjut mengaji. Sekolah tidak diantar dan tidak dijemput (macem Jalangkung aja nih). Aduhhh rasanya bangga deh sama Aa karena mau melakukannya sendiri.
Kakak juga mandiri, mau sekolah meskipun saya tidak menemaninya. Memang sih, seharian ini dia nelpon terus meski dia nggak ngomong. Kangen banget kayaknya. Kakak juga bikin bangga ih, karena rajin sekolah TPAnya...
Dan Dedek, yang belum lepas ASI. Memang yang paling memberatkan. Namun mau bagaimana lagi... hiks... Tapi mendengar ceritanya, dia mau minum susu sendiri, main dan makan juga lancar.. alhamdulillah. Setidaknya saya nggak perlu terlalu khawatir. Justru kalau saya tidak tenang, malah ikatan batin dengan Dedek akan membuatnya jadi rewel.
Dan suami, juga otomatis jadi mandiri. Menjaga anak-anak, bergadang semalaman mungkin karena Dedek sewaktu-waktu menangis. Duh ya, ternyata kalau saya tidak ada, mereka pada pinter yah. Kenapa kalau ada saya, pada manja-manja semuanya?
Semangat terus memandirikan anak-anak, diri sendiri dan suami. Karena keluarga adalah tim yang solid. Semangat!
Komentar
Posting Komentar